/* Membuat Berita Utama dengan Judul Posting Saja ----------------------------------------------- */
Memuat...

Selasa, 16 Agustus 2011

Marga-marga Parna

PomparAn ni Raja Nai Ambaton

Pomparan ni si Raja NaiAmbaton disingkat menjadi PARNA, adalah keturunan dari Raja NaiAmbaton yang cukup dikenal sampai saat ini memegang teguh pesan leluhurnya untuk tidak saling menikah satu dengan yang lainnya.
Prinsip "sisada Anak sisada Boru" dari Keturunan Raja NaiAmbaton yang mengartikan bahwa setiap Keturunan dari Raja Naimbaton adalah saling bersaudara antara laki-laki dan perempuan sehingga mereka harus saling memanggil “ito”, yang artinya saudara.

Keturunan Raja NaiAmbaton ini sangat percaya jika mereka menikah sesama marga PARNA maka bencana atau malapetaka akan datang menimpa mereka sampai akhir hayatnya, dan bukan hanya mereka saja tetapi keturunnya selanjutnya akan bernasib sama. Menurut beberapa orangtua ini sudah pernah terjadi, sehingga di dalam adat Batak mereka sangat dikenal cukup teguh di dalam menjalankan pesan leluhurnya.

Raja Nai Ambaton
Raja NaiAmbaton merupakan keturunan ke enam dari Si Raja Batak dengan silsilah sebagai berikut :
Raja Batak memperanakkan :
1. Guru Tateabulan, memperanakkan,
2. Raja Isumbaon, memperanakkan,
3. Tuan Sorimangaraja, memperanakkan,
4. Raja Asiasi, memperanakkan,
5. Raja Sangkai Somalindang, selanjutnya memperanakkan,
6. Raja Nai Ambaton.

Marga-marga Parna
Ada beberapa versi di dalam jumlah marga dari Keturunan Raja NaiAmbaton. Kemungkinan besar pertama adalah karena pada saat itu belum ada penulisan yang cukup autentik, kedua jika ada keturunan yang pergi merantau, kemungkinan juga adanya percabangan marga leluhur bahkan percabangan marga baru.

Marga-marga Pomparan Ni Raja Nai Ambaton ( PARNA ) berdasarkan abjad, yaitu:
1. Bancin ( sigalingging )
2. Banurea ( sigalingging )
3. Boangmenalu ( sigalingging)
4. Brampu ( sigalingging )
5. Brasa ( sigalingging )
6. Bringin ( sigalingging )
7. Dalimunthe
8. Gajah ( sigalingging )
9. Garingging ( sigalingging )
10. Ginting Baho
11. Ginting Beras
12. Ginting Capa
13. Ginting Guruputih
14. Ginting Jadibata
15. Ginting jawak
16. Ginting manik
17. Ginting Munthe
18. Ginting Pase
19. Ginting Sinisuka
20. Ginting Sugihen
21. Ginting Tumangger
22. Haro
23. Kombih (sigalingging )
24. Maharaja
25. Manik Kecupak (sigalingging)
26. Munte
27. Nadeak
28. Nahampun
29. Napitu
30. Pasi
31. Pinayungan (sigalingging ? )
32. Rumahorbo
33. Saing
34. Saraan (sigalingging )
35. Siadari
36. Siallagan
37. Siambaton
38. Sidabalok
39. Sidabungke
40. Sidabutar
41. Sidauruk
42. Sijabat
43. Simalango
44. Simanihuruk
45. Simarmata
46. Simbolon Altong
47. Simbolon Hapotan
48. Simbolon Pande
49. Simbolon Panihai
50. Simbolon Suhut Nihuta
51. Simbolon Tuan
52. Sitanggang Bau
53. Sitanggang Gusar
54. Sitanggang Lipan
55. Sitanggang Silo
56. Sitanggang Upar Par Rangin Na 8 ( sigalingging )
57. Sitio
58. Tamba
59. Tinambunan
60. Tumanggor
61. Turnip
62. Turuten

--------------

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Sensus & Data Ulang

    Jika menginginkan Pendaftaran On-Line, maka Klik dari sini.

    (Syarat dan Ketentuan berlaku).

    Panduan Pengisian:

    1. Harus mempunyai email.

    2. Semua kolom yang bertanda * harus diisi.

    3. Untuk panduan kolom arahkan pointer ke O dan dibaca.

    4. Jika gagal maka lihat pesan yang ditampilkan.